Menguatkan persaudaraan Pomparan SiRaja Panggabean dan Boruna di tanah rantau.
Lihat UndanganDengan penuh sukacita, kami mengundang seluruh Keluarga Besar Punguan SiRaja Panggabean dohot Boruna se-Jabodetabek untuk hadir pada Ibadah dan pesta Bona Taon 2026.
Minggu, 19 April 2026
09.30 WIB - Selesai
(Dimulai dengan Ibadah Syukur)
Gedung Maria Convention Hall
Jalan Perintis Kemerdekaan - Pulo Gadung, Jakarta Timur
Lebih dari sekadar bangunan, ini adalah saksi bisu perjalanan panjang leluhur kita dari Siatas Barita hingga menyebar ke seluruh penjuru dunia. Sebuah pengingat akan akar yang kuat.
Tarutung, Siatas Barita
Silindung
Marga Panggabean berasal dari wilayah Siatas Barita dan kawasan Silindung, Tapanuli Utara, yang dikenal sebagai salah satu pusat awal pemukiman Batak Toba. Leluhur marga ini adalah Si Raja Panggabean, yang digolongkan sebagai generasi ke‑8 dari Si Raja Batak dan menjadi cikal bakal pemakaian nama marga Panggabean.
Secara garis keturunan, Panggabean adalah turunan marga Hasibuan melalui Toga Hasibuan dan Guru Mangaloksa, sehingga secara tarombo (silsilah) masih satu rumpun dengan keturunan Hasibuan lainnya.
Marga Panggabean termasuk dalam kelompok marga Si Opat Pusoran (juga disebut Si Opat Pisoran), yaitu empat marga keturunan Guru Mangaloksa: Hutabarat, Panggabean, Hutagalung, dan Hutatoruan. Keempat marga ini secara adat saling terkait erat dalam partuturan.
Dalam struktur keturunan, leluhur Panggabean disebut sebagai anak kedua Guru Mangaloksa, sehingga sering juga disebut sebagai salah satu marga bangsawan di kawasan Silindung–Siatas Barita.